MIKROKONTROLLER dan MIKROPROSESSOR


Mikroprosesor


Mikroprosesor Intel tipe Core i7 keluaran tahun 2008

Sebuah mikroprosesor (sering dituliskan: µP atau uP) adalah sebuah central processing unit (CPU) elektronik komputer yang terbuat dari transistor mini dan sirkuit lainnya di atas sebuah sirkuit terintegrasi semikonduktor.

Sebelum berkembangnya mikroprosesor, CPU elektronik terbuat dari sirkuit terintegrasi TTL terpisah; sebelumnya, transistor individual; sebelumnya lagi, dari tabung vakum. Bahkan telah ada desain untuk mesin komputer sederhana atas dasar bagian mekanik seperti gear, shaft, lever, Tinkertoy, dll.

Evolusi dari mikroprosesor telah diketahui mengikuti Hukum Moore yang merupakan peningkatan performa dari tahun ke tahun. Teori ini merumuskan bahwa daya penghitungan akan berlipat ganda setiap 18 bulan, sebuah proses yang benar terjadi sejak awal 1970-an; sebuah kejutan bagi orang-orang yang berhubungan. Dari awal sebagai driver dalam kalkulator, perkembangan kekuatan telah menuju ke dominasi mikroprosesor di berbagai jenis komputer; setiap sistem dari mainframe terbesar sampai ke komputer pegang terkecil sekarang menggunakan mikroprosesor sebagai pusatnya.

Karakteristik Mikroprosesor

Berikut adalah karakteristik penting dari mikroprosesor :

  1. Ukuran bus data internal (internal data bus size): Jumlah saluran yang terdapat dalam mikroprosesor yang menyatakan jumlah bit yang dapat ditransfer antar komponen di dalam mikroprosesor.
  2. Ukuran bus data eksternal (external data bus size): Jumlah saluran yang digunakan untuk transfer data antar komponen antara mikroprosesor dan komponen-komponen di luar mikroprosesor.
  3. Ukuran alamat memori (memory address size): Jumlah alamat memori yang dapat dialamati oleh mikroprosesor secara langsung.
  4. Kecepatan clock (clock speed): Rate atau kecepatan clock untuk menuntun kerja mikroprosesor.
  5. Fitur-fitur spesial (special features): Fitur khusus untuk mendukung aplikasi tertentu seperti fasilitas pemrosesan floating point, multimedia dan sebagainya.


Pengendali mikro

Sebuah mikrokontroler AVR ATMega8 dalam kemasan PDIP-28 buatan ATMEL. Mikrokontroler ini adalah mikrokontroler 8-bit yang mampu bekerja pada kecepatan maksimal 16 MHz.

Pengendali mikro (Inggris: microcontroller) adalah sistem mikroprosesor lengkap yang terkandung di dalam sebuah chip. Mikrokontroler berbeda dari mikroprosesor serba guna yang digunakan dalam sebuah PC, karena sebuah mikrokontroler umumnya telah berisi komponen pendukung sistem minimal mikroprosesor, yakni memori dan antarmuka I/O.

Rancangan embedded

Sistem komputer dewasa ini paling banyak justru terdapat di dalam peralatan lain, seperti telepon, jam, perangkat rumah tangga, kendaraan, dan bangunan. Sistem embedded biasanya mengandung syarat minimal sebuah sistem mikroprosesor yaitu memori untuk data dan program, serta sistem antarmuka input/output yang sederhana. Antarmuka semacam keyboard, tampilan, disket, atau printer yang umumnya ada pada sebuah komputer pribadi justru tidak ada pada sistem mikrokontroler. Sistem mikrokontroler lebih banyak melakukan pekerjaan-pekerjaan sederhana yang penting seperti mengendalikan motor, saklar, resistor variabel, atau perangkat elektronis lain. Seringkali satu-satunya bentuk antarmuka yang ada pada sebuah sistem mikrokontroler hanyalah sebuah LED, bahkan ini pun bisa dihilangkan jika tuntutan konsumsi daya listrik mengharuskan demikian

Integrasi yang lebih padat

Berbeda dengan CPU serba-guna, mikrokontroler tidak selalu memerlukan memori eksternal, sehingga mikrokontroler dapat dibuat lebih murah dalam kemasan yang lebih kecil dengan jumlah pin yang lebih sedikit.

Sebuah chip mikrokontroler umumnya memiliki fitur:

  • central processing unit - mulai dari prosesor 4-bit yang sederhana hingga prosesor kinerja tinggi 64-bit.
  • input/output antarmuka jaringan seperti port serial (UART)
  • antarmuka komunikasi serial lain seperti I²C, Serial Peripheral Interface and Controller Area Network untuk sambungan sistem
  • peripheral seperti timer dan watchdog
  • RAM untuk penyimpanan data
  • ROM, EPROM, EEPROM atau Flash memory untuk menyimpan program komputer
  • pembangkit clock - biasanya berupa resonator rangkaian RC
  • pengubah analog-ke-digital

Sejarah mikrokontroler

Mikrokontroler populer yang pertama dibuat oleh Intel pada tahun 1976, yaitu mikrokontroler 8-bit Intel 8748. Mikrokontroler tersebut adalah bagian dari keluarga mikrokontroler MCS-48. Sebelumnya, Texas instruments telah memasarkan mikrokontroler 4-bit pertama yaitu TMS 1000 pada tahun 1974. TMS 1000 yang mulai dibuat sejak 1971 adalah mikrokomputer dalam sebuah chip, lengkap dengan RAM dan ROM.

Jenis mikrokontroler

Hingga Mei 2004, mikrokontroler ini masih dikembangkan dan dipasarkan oleh IBM, hingga kemudian keluarga 4xx dijual ke Applied Micro Circuits Corporation.

  • 403 PowerPC CPU (PPC 403GCX)
  • 405 PowerPC CPU (PPC 405EP, PPC 405GP/CR, PPC 405GPr, PPC NPe405H/L)
  • 440 PowerPC Book-E CPU (PPC 440GP, PPC 440GX, PPC 440EP/EPx/GRx, PPC 440SP/SPe)

Atmel

  • Atmel AT91 series (ARM THUMB architecture)
  • Atmel AVR32
  • AT90, Tiny & Mega series – AVR (Atmel Norway design)
  • Atmel AT89 series (Intel 8051/MCS51 architecture)
  • MARC4

Cypress MicroSystems

  • CY8C2xxxx (PSoC)

Freescale Semiconductor

Hingga 2004, mikrokontroler ini dikembangkan dan dipasarkan olehMotorola, yang divisi semikonduktornya dilepas untuk mempermudah pengembangan Freescale Semiconductor.

  • 8-bit (68HC05 (CPU05), 68HC08 (CPU08), 68HC11 (CPU11))
  • 16-bit (68HC12 (CPU12), 68HC16 (CPU16), Freescale DSP56800 (DSPcontroller))
  • 32-bit (Freescale 683XX (CPU32), MPC500, MPC 860 (PowerQUICC), MPC 8240/8250 (PowerQUICC II), MPC 8540/8555/8560 (PowerQUICC III))

Fujitsu

  • F²MC Family (8/16 bit)
  • FR Family (32 bit)
  • FR-V Family (32 bit RISC)

Holtek

  • HT8

Intel

  • 8-bit (8XC42, MCS48, MCS51, 8061, 8xC251)
  • 16-bit (80186/88, MCS96, MXS296, 32-bit, 386EX, i960)

Microchip

  • Low End, Mikrokontroler PIC 12-bit
  • Mid Range, Mikrokontroler PIC 14-bit

(PIC16F84, PIC16F877)

  • 16-bit instruction PIC
  • High End, Mikrokontroler PIC 16-bit

National Semiconductor

  • COP8, CR16

NEC

  • 17K, 75X, 78K, V850

Philips Semiconductors

  • LPC2000, LPC900, LPC700

Renesas Tech. Corp.

(Renesas adalah perusahan patungan Hitachi dan Mitsubishi.)

  • H8, SH ,M16C, M32R

STMicroelectronics

  • ST 62, ST 7

Texas Instruments

  • TMS370, MSP430

Western Design Center

  • 8-bit (W65C02-based µCs)
  • 16-bit (W65816-based µCs)

Ubicom

  • SX-28, SX-48, SX-54
    • Seri Ubicom's SX series adalah jenis mikrokontroler 8 bit yang, tidak seperti biasanya, memiliki kecepatan tinggi, memiliki sumber daya memori yang besar, dan fleksibilitas tinggi. Beberapa pengguna menganjurkan mikrokontroller pemercepat PICs. Meskipun keragaman jenis mikrokontroler Ubicom's SX sebenarnya terbatas, kecepatan dan kelebihan sumber dayanya yang besar membuat programmer bisa membuat perangkat virtual lain yang dibutuhkan. Referensi bisa ditemukan di Parallax's Web site, sebagai penyalur utama.
  • IP2022
    • Ubicom's IP2022 adalah mikrokontroler 8 bit berkecepatan tinggi (120 MIPs). Fasilitasnya berupa: 64k FLASH code memory, 16k PRAM (fast code dan packet buffering), 4k data memory, 8-channel A/D, various timers, and on-chip support for Ethernet, USB, UART, SPI and GPSI interfaces.

Xilinx

  • Microblaze softcore 32 bit microcontroller
  • Picoblaze softcore 8 bit microcontroller

ZiLOG

  • Z8
  • Z86E02

.dan beberapa mikrokontroler yang bisa diprogram secara BASIC

Ada banyak mikrokontroller yang dirancang oleh produsen sebagai sarana hobi. Biasanya mikrokontroller seperti ini dimuati interpreter BASIC, dihubungkan ke bagian Dual Inline Pin bersama power regulator dan beberapa fasilitas lain. PICs sepertinya sangat popular untuk jenis ini, barangkali karena adanya perlindungan terhadap listrik statis.

Parallax, Inc

  • BASIC Stamp Nama besar di mikrokontroler BASIC, meskipun sebenarnya lamban dan harganya tidak sebanding.
  • SX-Key. Harga murahnya harus dibayar dengan kualitas yang buruk.

PicAxe

Murah, tidak lebih dari sekedar PIC yang dimuati BASIC. Bagian programmernya ditancapi dengan 3 resistors. Penawaran BASIC menawarkan fungsionalitas yang besar dengan adanya fasilitas IF..GOTO secara terbatas.



Category: 0 komentar

BAHASA INGGRIS

Grammatical conjunction

In grammar, a conjunction (abbreviated conj or cnj) is a part of speech that connects two words, phrases or clauses together. This definition may overlap with that of other parts of speech, so what constitutes a "conjunction" should be defined for each language. In general, a conjunction is an invariable grammatical particle, and it may or may not stand between the items it conjoins.

The definition can also be extended to idiomatic phrases that behave as a unit with the same function as a single-word conjunction (as well as, provided that, etc.).

Coordinating conjunctions

Coordinating conjunctions, also called coordinators, are conjunctions that join two or more items of equal syntactic importance. The mnemonic acronym FANBOYS should not be used to remember the coordinators It is often stated that the seven words for, and, nor, but, or, yet, and so are the only coordinating conjunctions; however, for, so, and yet are not co-ordinating conjunctions, and various others are used, including whilst, now, and (at least in British English) and nor and but nor.

Here is a quick precis of some of the co-ordinating conjunctions in English:

  • and: used to connect words, phrases, or clauses
  • but: indicates a contrast or exception
  • or: presents opinions, alternates, or substitutes for ideas of equal importance
  • nor: presents an alternate negative idea

Correlative conjunctions

Correlative conjunctions are pairs of conjunctions that work together to coordinate two items. English examples include both…and, [n]either…[n]or, and not [only]…but [also], whether... or.

Examples:

• Either do your work or prepare for a trip to the office.

• Not only is he handsome but he is also brilliant.

• Neither the basketball team nor the football team is doing well.

• Both the cross country team and the swimming team are doing well.

• Whether you stay or go is your decision.

• Either you get F's or you do not go to school.

Subordinating conjunctions

Subordinating conjunctions, also called subordinators, are conjunctions that introduce a dependent clause. The most common subordinating conjunctions in the English language include the following: after, although, as much as, as long as, as soon as, because, before, if, in order that, lest, since, so that, than, that, though, unless, until, when, whenever, where, wherever, whether, and while. Complementizers can be considered to be special subordinating conjunctions that introduce complement clauses (e.g., "I wonder whether he'll be late. I hope that he'll be on time"). Some subordinating conjunctions (although, before, until, while), when used to introduce a phrase instead of a full clause, become prepositions with identical meanings.

In many verb-final languages, subordinate clauses must precede the main clause on which they depend. the conjunction comes from the Latin root to intervene. The equivalents to the subordinating conjunctions of non-verb-final languages such as English are either

  • clause-final conjunctions (e.g. in Japanese), or
  • suffixes attached to the verb and not separate words

Such languages in fact often lack conjunctions as a part of speech because:

  1. the form of the verb used is formally nominalised and cannot occur in an independent clause
  2. the clause-final conjunction or suffix attached to the verb is actually formally a marker of case and is also used on nouns to indicate certain functions. In this sense, the subordinate clauses of these languages have much in common with postpositional phrases.

In other West-Germanic languages like German or Dutch, the word order after a subordinating conjunction is different from the one in an independent clause, e.g. in Dutch want (for) is coordinating, but omdat (because) is subordinating. Compare:

Hij gaat naar huis, want hij is ziek. -- He goes home, for he is ill.

Hij gaat naar huis, omdat hij ziek is. -- He goes home because he is ill.

Category: 0 komentar

PKN dan SEJARAH

Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara

Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) atau lebih populer dengan sebutan Association of Southeast Asia Nations (ASEAN) merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya. Negara-negara anggota ASEAN mengadakan rapat umum pada setiap bulan November.

Prinsip Utama ASEAN

Prinsip-prinsip utama ASEAN adalah sebagai berikut:

  • Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara
  • Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar
  • Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota
  • Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai
  • Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan
  • Kerjasama efektif antara anggota

Anggota ASEAN

Kini ASEAN beranggotakan semua negara di Asia tenggara (kecuali Timor Leste dan Papua Nugini). Berikut ini adalah negara-negara anggota ASEAN:

  • Filipina (negara pendiri)
  • Indonesia (negara pendiri)
  • Malaysia (negara pendiri)
  • Singapura (negara pendiri)
  • Thailand (negara pendiri)
  • Brunei Darussalam (7 Januari 1984)
  • Vietnam (28 Juli 1995)
  • Laos (23 Juli 1997)
  • Myanmar (23 Juli 1997)
  • Kamboja (16 Desember 1998)

Sejarah

Logo ASEAN

ASEAN didirikan oleh lima negara pemrakarsa, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand di Bangkok melalui Deklarasi Bangkok. Menteri luar negeri penanda tangan Deklarasi Bangkok kala itu ialah Adam Malik (Indonesia), Narciso R. Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand).

Isi Deklarasi Bangkok adalah sebagai berikut.

  • Mempercepat pertumubuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara
  • Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional
  • Meningkatkan kerjasama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik,ilmu pengetahuan, dan administrasi
  • Memelihara kerjasama yang erat di tengah - tengah organisasi regional dan internasional yang ada
  • Meningkatkan kerjasama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara


Brunei Darussalam menjadi anggota pertama ASEAN di luar lima negara pemrakarsa. Brunei Darussalam bergabung menjadi anggota ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984 (tepat seminggu setelah memperingati hari kemerdekannya). Sebelas tahun kemudian, ASEAN kembali menerima anggota baru, yaitu Vietnam yang menjadi anggota yang ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995. Dua tahun kemudian, Laos dan Myanmar menyusul masuk menjadi anggota ASEAN, yaitu pada tanggal 23 Juli 1997. Walaupun Kamboja berencana untuk bergabung menjadi anggota ASEAN bersama dengan Myanmar dan Laos, rencana tersebut terpaksa ditunda karena adanya masalah politik dalam negeri Kamboja. Meskipun begitu, dua tahun kemudian Kamboja akhirnya bergabung menjadi anggota ASEAN yaitu pada tanggal 16 Desember 1998.

Timor Leste

Negara baru Timor Leste, yang dulunya merupakan sebuah provinsi Indonesia, kini mendapatkan status pemerhati (observer) dalam ASEAN, setelah menuai protes dari berbagai negara ASEAN yang tidak mendukung masuknya Timor-Leste ke ASEAN, atas dasar rasa hormat kepada Indonesia. Awalnya, Myanmar menentang pemberian status observer kepada Timor-Leste karena dukungan Timor-Leste terhadap pejuang pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi.

Sejak restorasi kemerdekaan Timor-Leste pada Mei 2002, ASEAN telah banyak membantu Timor-Leste. Timor-Leste telah diundang untuk hadir dalam beberapa pertemuan ASEAN. Meskipun begitu, Timor-Leste masih tetap berstatus observer. Mantan Menlu Timor Leste yang sekarang menjadi Presiden, Ramos Horta, pernah menyatakan tidak berminat menjadi anggota ASEAN, karena Timor-Leste dinilai bukan negara Asia (Tenggara), melainkan negara Pasifik atau Australia. Berbeda dengan rekannya Xanana Gusmao yang menyatakan bahwa akan lebih menguntungkan bagi Timor Leste apabila berafiliasi dengan ASEAN dibandingkan dengan apabila bergabung dengan Pacific Islands Forum.

Perkembangan terakhir mengindikasikan bahwa Timor-Leste sangat berminat untuk menjadi anggota ASEAN. Bahkan Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Luar Negerinya telah menargetkan bahwa Timor-Leste akan menjadi anggota ASEAN pada tahun 2012, hal ini sangat di dukung oleh pemerintah Indonesia juga negara-negara anggota ASEAN lainnya seperti Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura dan lain-lain. Hal ini dapat dilihat bahwa Pemerintah Timor-Leste juga telah membuka Sekretariat Nasional ASEAN di Dili pada awal bulan Februari 2009, dimana sekretariat ini akan berfungsi untuk mempersiapkan tahapan-tahapan menjadi keanggotaan ASEAN.

Perbandingan dengan blok/negara lainnya

Badan

Wilayah
km²

Populasi

PDB (PPP)
juta $AS

PDB (PPP)
per kapita

$AS

Negara
anggota

UE

3.977.487

456.285.839

11.064.752

24.249

25

ASEAN

4.400.000

553.900.000

2.172.000

4.044

10

CSN

17.715.335

366.669.975

2.635.349

7.187

12

NAFTA

21.588.638

430.495.039

12.889.900

29.942

3

AU

29.797.500

850.000.000

1.515.000

1.896

53

Negara
besar

Pembagian
politik

India

3.287.,590

1.102.600.000

3.433.000

3.100

35

China

9.596.960

1.306.847.624

7.249.000

5.200

33

Amerika Serikat1

9.631.418

296.900.571

11.190.000

39.100

50

Kanada

9.984.670

32.507.874

958.700

29.800

13

Rusia

17.075.200

143.782.338

1.282.000

8.900

89

Pada tahun 2003. Warna sian menandai nilai terbesar, hijau untuk terkecil, di antara blok yang dibandingkan.
Sumber: CIA World Factbook 2004, IMF WEO Database
1 Anggota NAFTA

Status ekonomi

Tabel PDB berdasarkan PPP , dikeluarkan oleh IMF pada September 2004.

Negara

PDB (PPP)
juta
dolar inter.

PDB (PPP)
per kapita
dolar inter.

Indonesia

820.543

3.661 (6)

Thailand

514.236

7.851 (4)

Filipina

391.849

4.652 (5)

Malaysia

271.167

10.449 (3)

Vietnam

222.345

2.685 (7)

Singapura

111.507

25.384 (1)

Myanmar

81.283

1.466 (10)

Kamboja

25.648

1.775 (9)

Laos

11.832

1.972 (8)

Brunei

5.658

15.171 (2)

Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN

Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (Bahasa Inggris: ASEAN Free Trade Area, AFTA) adalah sebuah persetujuan oleh ASEAN mengenai sektor produksi lokal di seluruh negara ASEAN.

Ketika persetujuan AFTA ditandatangani resmi, ASEAN memiliki enam anggota, iaitu, Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand. Vietnam bergabung pada 1995, Laos dan Myanmar pada 1997 dan Kamboja pada 1999. AFTA sekarang terdiri dari sepuluh negara ASEAN. Keempat pendatang baru tersebut dibutuhkan untuk menandatangani persetujuan AFTA untuk bergabung ke dalam ASEAN, namun diberi kelonggaran waktu untuk memenuhi kewajiban penurunan tarif AFTA.

Tujuan

  • Meningkatkan daya saing ASEAN sebagai basis produksi dalam pasar dunia melalui penghapusan bea dan halangan non-bea dalam ASEAN
  • Menarik investasi asing langsung ke ASEAN

Mekanisme utama untuk mencapai tujuan di atas adalah skema "Common Effective Preferential Tariff" (CEPT).

Anggota ASEAN memiliki pilihan untuk mengadakan pengecualian produk dalam CEPT dalam tiga kasus:

  • Pengecualian sementara
  • Produk pertanian sensitif
  • Pengecualian umum (Sekretariat ASEAN, 2004)

ASEAN Plus 3

ASEAN Plus Three (APT) atau Kerja sama ASEAN Plus Three (APT) adalah kerjasama antara lain paling menonjol di bidang keuangan terdiri dari 10 anggota ASEAN plus China, Jepang dan Republik Korea. sejak tahun 1997 pada saat kawasan Asia sedang dilanda krisis ekonomi. Dalam periode 10 (sepuluh) tahun pertama 1997-2007 mekanisme dan pelaksanaan kerja sama APT didasarkan kepada Joint Statement on East Asia Cooperation. KTT APT pertama berlangsung pada Desember 1997 di Kuala Lumpur.

Konferensi Tingkat Tinggi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN adalah pertemuan puncak antara pemimpin-pemimpin negara anggota ASEAN yang diselenggarakan setiap tahunnya sejak KTT ke-7 tahun 2001.

Sejak dibentuknya ASEAN telah berlangsung 14 kali KTT resmi, 4 KTT tidak resmi, dan 1 KTT Luar Biasa.

Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN

Tanggal

Negara

Tuan rumah

1

23‒24 Februari 1976

Indonesia

Bali

2

4‒5 Agustus 1977

Malaysia

Kuala Lumpur

3

14‒15 Desember 1987

Filipina

Manila

4

27‒29 Januari 1992

Singapura

Singapur

5

14‒15 Desember 1995

Thailand

Bangkok

6

15‒16 Desember 1998

Vietnam

Hanoi

7

5‒6 November 2001

Brunei

Bandar Seri Begawan

8

4‒5 November 2002

Kamboja

Phnom Penh

9

7‒8 Oktober 2003

Indonesia

Bali

10

29‒30 November 2004

Lao

Vientiane

11

12‒14 Desember 2005

Malaysia

Kuala Lumpur

12

11‒14 Januari 20071,2

Filipina

Cebu

13

18‒22 November 2007

Singapura

Singapura

14

27 Februari-1 Maret 20093

Thailand

Cha Am, Hua Hin

15

23 Oktober 2009

Thailand

Cha Am, Hua Hin

16

8-9 April 2010

Vietnam

Hanoi

1 Ditunda dari tanggal sebelumnya 10‒14 Desember 2006 akibat Badai Seniang

2 Menjadi tuan rumah setelah Myanmar mundur karena ditekan AS dan UE

3 Ditunda dari tanggal sebelumnya 12‒17 Desember 2008 akibat krisis politik Thailand 2008. Pertemuan pada Maret kemudian dibatalkan akibat aksi unjuk rasa di lokasi pertemuan.

Konferensi Tingkat Tinggi Tak Resmi ASEAN

Tanggal

Negara

Tuan rumah

1

30 November 1996

Indonesia

Jakarta

2

14‒16 Desember 1997

Malaysia

Kuala Lumpur

3

27‒28 November 1999

Filipina

Manila

4

22‒25 November 2000

Singapura

Singapura

Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa ASEAN

Tanggal

Negara

Tuan rumah

1

6 Januari 2005

Indonesia

Jakarta

Hasil dari KTT Resmi ASEAN

KTT ke-1

  • Deklarasi Kerukunan ASEAN; Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC); serta Persetujuan Pembentukan Sekretariat ASEAN.

KTT ke-2

  • Pencetusan Bali Concord 1.

KTT ke-3

  • Mengesahkan kembali prinsip-prinsip dasar ASEAN.
  • Solidaritas kerjasama ASEAN dalam segala bidang.
  • Melibatkan masyarakat di negara-negara anggota ASEAN dengan memperbesar peranan swasta dalam kerjasama ASEAN.
  • Usaha bersama dalam menjaga keamanan stabilitas dan pertumbuhan kawasan ASEAN.

KTT ke-4

  • ASEAN dibentuk Dewan ASEAN Free Trade Area (AFTA) untuk mengawasi, melaksanakan koordinasi.
  • Memberikan penilaian terhadap pelaksanaan Skema Tarif Preferensi Efektif Bersama (Common Effective Preferential Tariff/CEPT) menuju Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN.

KTT ke-5

  • Membicarakan upaya memasukan Kamboja, Laos, Vietnam menjadi anggota serta memperkuat identitas ASEAN.

KTT ke-6

  • Pemimpin ASEAN menetapkan Statement of Bold Measures yang juga berisikan komitmen mereka terhadap AFTA dan kesepakatan untuk mempercepat pemberlakuan AFTA dari tahun 2003 menjadi tahun 2002 bagi enam negara penandatangan skema CEPT, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.

KTT ke-7

  • Mengeluarkan deklarasi HIV/AIDS.
  • Mengeluarkan deklarasi Terorisme, karena menyangkut serangan terorisme pada gedung WTC di Amerika.

KTT ke-8

  • Pengeluaran deklarasi Terorisme, bagaimana cara-cara pencegahan.
  • Pengesahan ASEAN Tourism Agreement.

KTT ke-9

  • Pencetusan Bali Concord II yang akan dideklarasikan itu berisi tiga konsep komunitas ASEAN yang terdiri dari tiga pilar, yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASC), Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC) dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASSC).

KTT ke-10

  • Program Aksi Vientiane (Vientiane Action Program) yang diluluskan dalam konferensi tersebut menekankan perlunya mempersempit kesenjangan perkembangan antara 10 negara anggota ASEAN, memperluas hubungan kerja sama dengan para mitra untuk membangun sebuah masyarakat ASEAN yang terbuka terhadap dunia luar dan penuh vitalitas pada tahun 2020.

KTT ke-11

  • Perjanjian perdagangan jasa demi kerja sama ekonomi yang komprehensif dengan Korea Selatan, memorandum of understanding (MoU) pendirian ASEAN-Korea Center, dan dokumen hasil KTT Asia Timur yang diberi label Deklarasi Singapura atas Perubahan Iklim, Energi, dan Lingkungan Hidup.

KTT ke-12

  • Membahas masalah-masalah mengenai keamanan kawasan, perundingan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), keamanan energi Asia Tenggara, pencegahan dan pengendalian penyakit AIDS serta masalah nuklir Semenanjung Korea.

KTT ke-13

  • Penandatanganan beberapa kesepakatan, antara lain seperti perjanjian perdagangan dalam kerangka kerjasama ekonomi dan penandatangan kerjasama ASEAN dengan Korea Center, menyepakati ASEAN Center.

KTT ke-14

  • Penandatanganan persetujuan pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru

Hasil dari KTT Tidak Resmi ASEAN

KTT Tidak Resmi ke-1

  • Kesepakatan untuk menerima Kamboja, Laos, dan Myanmar sebagai anggota penuh ASEAN secara bersamaan.

KTT Tidak Resmi ke-2

  • Sepakat untuk mencanangkan Visi ASEAN 2020 yang mencakup seluruh aspek yang ingin dicapai bangsa-bangsa Asia Tengara dalam memasuki abad 21, baik di bidang politik, ekonomi maupun sosial budaya.

KTT Tidak Resmi ke-3

  • Kesepakatan untuk mengembangkan kerja sama di bidang pembangunan ekonomi, sosial, politik dan keamanan serta melanjutkan reformasi struktural guna meningkatkan kerja sama untuk pertumbuhan ekonomi di kawasan.

KTT Tidak Resmi ke-4

  • Sepakat untuk pembangunan proyek jalur kereta api yang menghubungkan Singapura hingga Cina bahkan Eropa guna meningkatkan arus wisatawan.

KTT Luar Biasa (Jakarta 6 Januari 2005)

  • Pembahasan bagaimana penanggulangan dan solusi menghadapi Gempa atau Tsunami.


Category: 0 komentar

FISIKA

Rumus-Rumus Fisika

Gerak lurus beraturan

Rumus:

V= S / T

Dengan ketentuan:

  • S = Jarak yang ditempuh (m, km)
  • V = Kecepatan (km/jam, m/s)
  • T = Waktu tempuh (jam, sekon)

Catatan:

  1. Untuk mencari jarak yang ditempuh, rumusnya adalah S = V . T
  2. Untuk mencari waktu tempuh, rumusnya adalah T = S / V

Kecepatan rata-rata

Rumus:

V = Stotal / Ttotal

Gerak lurus berubah beraturan

Rumus GLBB ada 3, yaitu:

  • Vt = Vo + a . t

  • S = Vo . t + ½ x a x t2

  • Vt= Vo2 + 2 x a x s

Dengan ketentuan:

  • Vo = Kecepatan awal (km/jam, m/s)
  • Vt = Kecepatan akhir (km/jam, m/s)
  • a = Percepatan (m/s2)
  • s = Jarak yang ditempuh (km, m)

Massa jenis

ρ = m / v

Keterangan :

  • ρ = Massa jenis (kg/m3)
  • m = massa (kg)
  • v = volume (m3)

Pemuaian

Muai panjang

Rumus:

Lt = Lo ( 1 + a x Δt)

  • Lt = panjang akhir (m, cm)
  • Lo = panjang awal (m, cm)
  • a = koefisien muai panjang (/°C)
  • Δt = perbedaan suhu (°C)

Muai luas

Rumus:

At = Ao ( 1+ B x Δt)

Keterangan:

  • At = luas akhir (m2 , cm2)
  • Ao = luas awal (m2 , cm2 )
  • B = 2a = koefisien muai luas (/°C)
  • Δt = selisih suhu (°C)

Muai volume

Rumus:

Vt = Vo ( 1 + γ x Δt )

Keterangan:

  • Vt = volume akhir (m2, cm2)
  • Vo = volume awal (m2, cm2)
  • γ = 3a = koefisien muai volume (/°C)
  • Δt = selisih suhu (°C)

Kalor

Kalor adalah bentuk energi yang berpindah karena perubahan suhu (Δt).

Kalor jenis

Rumus:

Q = m x c x Δt

dengan ketentuan:

  • Q = Kalor yang diterima suatu zat (Joule, Kilojoule, Kalori, Kilokalori)
  • m = Massa zat (Gram, Kilogram)
  • c = Kalor jenis (Joule/kilogram°C, Joule/gram°C, Kalori/gram°C)
  • Δt = Perubahan suhu (°C) → (t2 - t1)

Untuk mencari kalor jenis, rumusnya adalah:

c = Q / m x Δt

Untuk mencari massa zat, rumusnya adalah:

m = Q / c x Δt

Kapasitas kalor

Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan oleh benda untuk menaikkan suhunya 1°C.

Rumus kapasitas kalor:

H = Q / Δt


H = m x c x Δt / Δt


H = m x c

dengan syarat:

  • Q = Kalor yang diterima suatu zat (Joule, Kilojoule, Kalori, Kilokalori)
  • H = Kapasitas kalor (Joule/°C)
  • m = Massa zat (Gram, Kilogram)
  • c = Kalor jenis (Joule/kilogram°C, Joule/gram°C, Kalori/gram°C)
  • Δt = Perubahan suhu (°C) → (t2 - t1)

Kalor lebur

Rumus:

Q = m x L

dengan ketentuan:

  • Q = Kalor yang diterima suatu zat (Joule, Kilojoule, Kalori, Kilokalori)
  • m = Massa zat (Gram, Kilogram)
  • L = Kalor lebur zat (Joule/kilogram, Kilojoule/kilogram, Joule/gram)

Kalor uap

Rumus:

Q = m x u

dengan ketentuan:

  • Q = Kalor yang diterima suatu zat (Joule, Kilojoule, Kalori, Kilokalori)
  • m = = Massa zat (Gram, Kilogram)
  • u = Kalor uap zat (Joule/kilogram, Kilojoule/kilogram, Joule/gram)

Asas Black

Rumus:

Qlepas = Qterima . Asas Black : Jumlah kalor yang diterima sama dengan jumlah kalor yang dilepas

Getaran, gelombang dan bunyi

Periode dan Frekuensi Getaran

Periode Getaran

T = t / n


Dengan ketentuan:

  • T = Periode (sekon)
  • t = Waktu (sekon)
  • n = Jumlah getaran

Frekuensi Getaran

f = n / t


Dengan ketentuan:

  • f = Frekuensi (Hz)
  • n = Jumlah getaran
  • t = Waktu (sekon)

Hubungan antara Periode dan Frekuensi Getaran

Terdapat 2 rumus, yaitu:

  • T = 1 / f
  • F = 1 / T

Dengan ketentuan:

  • T = Periode (sekon)
  • F = Frekuensi (Hz)

Category: 0 komentar